PJ Gubernur Banten Kembali Dilantik, Kali Ini Dituntut Selesaikan Masalah Pengangguran dan Kemiskinan

- 20 Mei 2024, 19:38 WIB
Al Muktabar saat dilantik sebagai Pj. Gubernur Banten di kantor Kemendagri RI, Jumat, 17 Mei 2024.
Al Muktabar saat dilantik sebagai Pj. Gubernur Banten di kantor Kemendagri RI, Jumat, 17 Mei 2024. /Pemprov Banten

 

PORTAL LEBAK - PJ Gubernur Banten yang baru dilantik kembali oleh Kemendagri, Al Muktabar kini didesak untuk segera menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan yang ada di Provinsi Banten. 

Seperti yang diketahui, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Banten selama tiga tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan angka pengangguran tertinggi di tingkat nasional. Tahun 2022 tercatat mencapai 8,53 persen, tahun 2023 turun di angka 7,97 persen dan tahun 2024 sampai 7,02. Meski secara angka mengalami penurunan, tapi masih menjadikan Banten di posisi tertinggi mengenai tingkat pengangguran.

Tokoh masyarakat Banten, H. Embay Mulya Syarief berharap Al Muktabar bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin pada periode ketiga kalinya ia menjabat. Menurut Embay, ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang mesti Al Muktabar kerjakan, salah satunya masalah pengangguran. Embay menilai masalah pengangguran ada hubungannya dengan masalah pendidikan. 

"Pak Al Muktabar sebagai Pj Gubernur bisa mengkondisikan bidang pendidikan agar link and match dengan kebutuhan tenaga industri," katanya. 

Baca Juga: PJ Gubernur Banten Merasa Heran dengan Data Jumlah Pengangguran di Banten

Link and Match merupakan penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja ke depan. Diketahui, Wilayah Provinsi Banten terdapat daerah industri dengan kebutuhan tenaga kerja yang cukup banyak. Namun masih banyak warga di Provinsi Banten yang menganggur. 

"Daerah industri kita cukup luas, tetapi tetap saja tenaga kerja kita tidak terserap," ujarnya.

Selain itu, Embay menilai keberadaan sekolah menengah kejuruan (SMK) juga harus diperbanyak, dan kualitas sekolahnya juga harus dikedepankan. Kualitas yang dimaksud seperti kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun kualitas guru yang mengajar juga perlu ditingkatkan.

Halaman:

Editor: Abror Fauzi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah