Apple Tutup Banyak Toko Untuk Hindari Penjarahan Akibat Rusuh di AS

- 2 Juni 2020, 06:44 WIB
Seorang pengunjuk rasa merusak bangunan O'Reilly's di dekat kantor polisi Third Precinct di Minneapolis. Di lokasi itu, para pengunjuk rasa berkumpul setelah seorang polisi kulit putih tertangkap video sedang menjepitkan lututnya ke leher seorang pria Afrika-Amerika, George Floyd, yang kemudian meninggal dunia di rumah sakit, di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Rabu 27 Mei 2020). - Foto: ANTARA/REUTERS/NICHOLAS PFOSI/TM

PORTALLEBAK.COM - Kerusuhan yang melanda kota-kota di Amerika Serikat (AS) menyusul aksi protes atas terbunuhnya George FLoyd akibat kebrutalan polisi, berimbas pada penjualan produk Apple.

Apple dikabarkan terpaksa menutup banyak toko mereka di Amerika Serikat karena aksi protes kasus kematian George Floyd di Minneapolis berujung pada penjarahan.

Baca Juga: Donald Trump Bantah Sembunyi di Bunker Saat Gedung Putih Didemo

Dikutip dari laman 9to5Mac, Senin 1 Juni 2020, sejumlah toko Apple Stores di berbagai lokasi di AS menjadi sasaran para perusuh.

Apple juga mengosongkan sejumlah tokonya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Update Covid-19 Indonesia 1 Juni 2020: Tak Ada Kota dan Kabupaten Baru Terpapar

Laman tersebut menyebutkan, Apple juga mengeluarkan pernyataan berbunyi "Dengan pertimbangan kesehatan dan keselamatan tim kami, kami memutuskan untuk menutup sejumlah toko di AS pada Minggu."

Padahal, Apple baru saja membuka kembali ratusan gerai Apple Store, setelah ditutup beberapa bulan karena pandemi virus corona.

Baca Juga: Aktor Dwi Sasono Diringkus Polisi, Simpan Ganja di Atas Lemari

Halaman:

Editor: Sugih Hartanto

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X