Kasus Dugaan Maling Uang Rakyat: Kesehatan Gubernur Lukas Enember Membaik, KPK Diminta Bijak

- 29 September 2022, 13:41 WIB
Koordinator tim pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stevanus Roy Rening (tengah) ketika menyampaikan keterangan pers, di Jayapura, Rabu (28/9/2022) malam.
Koordinator tim pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stevanus Roy Rening (tengah) ketika menyampaikan keterangan pers, di Jayapura, Rabu (28/9/2022) malam. /Foto: ANTARA/Evarukdijati/

PORTAL LEBAK - Kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe dinyatakan mulai membaik oleh Koordinator tim pengacara Gubernur, Stevanus Roy Rening.

Pasalnya, obat-obatan Lukas Enembe yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan maling uang rakyat (korupsi) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah tiba, dari Singapura.

Obat tersebut telah dikonsumis Lukas Enembe sejak tiga hari lalu, sehingga saat ini diupayakan dokter yang menangani gubernur Papua itu, ke Jayapura untuk memeriksa kesehatannya.

Baca Juga: Dugaan Maling Uang Rakyat Yang Dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe Bernilai Ratusan Miliar

Terkait pertemuan dengan Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), di rumah pribadi Gubernur Lukas Enembe di Koya, Kota Jayapura, Rabu 28 September 2022, Roy membenarkan.

"Gubernur Enembe menyatakan dirinya sakit (kepada Komnas HAM) dan tidak bisa duduk banyak, serta tergantung dokter pribadi (dari Singapura)," ungkap Roy Rening dilansir PortalLebak.com dari Antara.

"Ketua Komnas HAM sempat menanyakan soal sakit stroke yang dialami beliau serta perbincangan lainnya, karena ternyata keduanya sudah saling mengenal," tambahnya.

Baca Juga: Jelang PON XX Papua, Stadion Lukas Enembe dan Arena Akuatik Dinlai Kapolri Siap di Gunakan

Gubernur Papua juga sempat berbicara dengan Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, melalui telepon seluler, yang meminta Gubernur Enembe ke Jakarta untuk diperiksa.

Seperti diketahui, Roy menyatakan dokter yang mewakili KPK dan dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan memeriksa dan akan memberikan rekomendasi berobat ke Singapura.

Sementara itu, Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu menegaskan KPK tetap menghormati HAM, dalam melakukan penyelidikan kasus Gubernur Papua Lukas Enembe.

Baca Juga: Usaha Kecil Menengah UKM di Kabupaten Lebak Mampu Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Selanjutnya Roy berharap tidak ada lagi ungkapan bahwa Gubernur Papua Lukas Enembe dijemput paksa, yang berdampak pada kesehatannya.

"Siapa yang akan bertanggung jawab bila tiba-tiba tensi Gubernur Enembe naik 200, karena sebelumnya beliau sudah empat kali mengalami stroke," tutup Roy Rening.***

Editor: Dwi Christianto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x