Presiden Jokowi Bertemu dengan Mantan PM Inggris Tony Blair Bahas Investasi Terkait IKN

- 18 April 2024, 16:14 WIB
Presiden Jokowi terima Tony Blair di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (19/10/2022)
Presiden Jokowi terima Tony Blair di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (19/10/2022) /Muchlis Jr/BPMI Setpres

PORTAL LEBAK - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair guna membahas rencana investasi di Ibu Kota Nusantara. Tony Blair bersama Tony Blair Institute for Global Change datang sebagai yang memfasilitasi negara Uni Emirates Arab (UAE) untuk membangun panel surya di IKN.

“Ini business to business akan masuk (investasi) dari UAE, detailnya nanti disampaikan, tetapi ini difasilitasi oleh Tony Blair Institute,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/ Kepala BKPM di Istana Kepresidenan.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga dipastikan akan terlibat dalam proyek kerja sama ini.

“Pasti akan berkolaborasi dengan PLN, karena (sesuai) undang-undang kan PLN. Setelah itu baru kita rumuskan regulasinya,” ucap Bahlil.

Baca Juga: CEO Apple Tim Cook Bertemu Presiden Jokowi di Istana Guna Bahas Investasi

Bahlil menjelaskan bahwa berdasarkan proposal yang sedang dipelajari, proyek energi terbarukan ini mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas 1,2 gigawatt. Namun belum dapat dipastikan mengenai kapan kontrak kerja sama proyek pembangunan panel surya itu akan ditandatangani oleh Indonesia dan UAE.

Selain itu, Presiden Jokowi dan Tony Blair juga membahas soal penangkapan dan penyimpanan karbon yang baik, untuk di IKN.

Baca Juga: Pemerintah Minimalisir Dampak Ekonomi Krisis di Timur Tengah, Setelah Konflik Iran dan Israel

Kapasitas penyimpanan karbon diprioritaskan untuk penghasil karbon dalam negeri dengan porsi penyimpanan sebesar 70 persen. Sementara pihak asing diizinkan menyimpan karbon sebesar 30 persen, itu pun atas seizin kontraktor dan pemegang izin operasi CCS di Tanah Air.

Halaman:

Editor: Abror Fauzi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah