Anies Baswedan Janji Hilangkan 'Poor Governance' Demi Membangun Perekonomian Nasional

- 16 Januari 2024, 20:26 WIB
Calon Presiden Nomor Urut 01, Anies Baswedan, dalam tangkapan layar dari Channel Youtube KPU RI saat Live Streaming Debat Ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu malam (7/1) lalu.
Calon Presiden Nomor Urut 01, Anies Baswedan, dalam tangkapan layar dari Channel Youtube KPU RI saat Live Streaming Debat Ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu malam (7/1) lalu. /Youtube KPU RI

PORTAL LEBAK - Calon Presiden Nomor Urut 01 Anies Rasyid Baswedan berjanji akan menghilangkan bad goverment atau tata kelola yang buruk dalam membangun perekonomian nasional.

Bad Government termasuk di dalamnya pelaksanaan pungutan liar (pungli). Mantan Gubernur DKI Jakarta menjelaskan bahwa tata kelola yang buruk mudah menimbulkan pungli.

Sehingga menurut Anies Baswedan, harus ada koreksi di tingkat sistem agar situasi ini tidak berkelanjutan atau terus terjadi.

Baca Juga: Anies Baswedan Akui Terus Jalin Komunikasi dengan PDI Perjuangan

"Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, salah satunya di tingkat sistem. Sebenarnya ada jenis pungli yang berjalan sistematis, dan itu perbaikan di sistemnya," kata Anies usai menghadiri acara "Debat bersama Kadin menuju Indonesia Emas 2045 di Djakarta Theater, Jakarta.

Dijelaskannya, hal kedua yang perlu diperbaiki ke depan adalah para “pelaku” atau oknum yang melakukan pungli di lingkungan pemerintahan.

Terkait permasalahan tersebut, menurutnya Pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri melainkan harus melibatkan badan usaha untuk menghilangkan praktik tersebut.

Baca Juga: Cek Fakta: Klaim Anies Baswedan soal Anggaran Kementerian Pertahanan Rp700 T untuk Belian Alutsista Bekas

Pelaku ekonomi memang tahu di mana, kapan, dan sejauh mana perilaku buruk bisa terjadi.
Kesalahan pengelolaan pemerintah terhadap individu-individu ini harus dihilangkan sepenuhnya agar perekonomian dapat tumbuh dan berkembang secara positif.

Halaman:

Editor: Dwi Christianto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah