FSB Tangkap 8 Orang Pelaku Teror di Jembatan Krimea, Rusia Tuduh Kyrylo Budanov Sebagai Aktor Intelektual

- 13 Oktober 2022, 18:14 WIB
Citra satelite kondisi Jembatan Krimea pasca ledakan yang terjadi Sabtu 8 Okrober 2022
Citra satelite kondisi Jembatan Krimea pasca ledakan yang terjadi Sabtu 8 Okrober 2022 /Twitter Maxar Technologies (@Maxar)

PORTAL LEBAK - Otoritas Keamanan Federal Rusia (FSB) telah menahan delapan orang yang terlibat dalam teror di atas jembatan Krimea beberapa waktu lalu.

FSB menyebut ada lima warga Rusia serta tiga warga Ukraina dan Armenia, delapan orang yang terlibat pengeboman jembatan Krimea diorganisir intelijen Ukraina.

Lebih detil. FSB mengatakan penanggung jawab serangan di jembatan Krimea adalah Kyrylo Budanov, seorang direktur dari intelijen militer Ukraina.

Baca Juga: Sebuah Gedung Kedutaan Besar Jerman di Kiev Jadi Target Serangan Rudal Rusia

"Penyelenggara serangan teroris di Jembatan Krimea adalah Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina, kepala Kyrylo Budanov, karyawan dan agennya," rilis resmi FSB, dikutip PortalLebak.com dari Reuters, 13 Oktober 2022.

Meski tuduhan ini telah dilayangkan pihak Moskow, pihak Kiev masih belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengkonfirmasi keterlibatan Ukraina dalam aksi teror yang terjadi hari Sabtu, 8 Oktober 2022.

Dirangkum dari laman resmi Intelijen Rusia, hasil investigasi FSB juga menemukan bahwa alat peledak disembunyikan dalam gulungan film polietilen konstruksi pada 22 palet dengan berat total 22,7 ton.

Baca Juga: Warga Iran Terus Unjuk Rasa Atas Kematian Mahsa Amini, Padahal Jumlah Korban Jiwa Akibat Aksi Meningkat

Bahan peledak yang telah disamarkan itu didistribusikan dari Ukraina ke Rusia pada awal Agustus, melalui Bulgaria, Georgia, kemudian Armenia.

Alexander Bortnikov, Direktur Intelijen Rusia (FSB)
Alexander Bortnikov, Direktur Intelijen Rusia (FSB)

"Kontrol atas pergerakan kargo di sepanjang rute dan kontak dengan peserta dalam skema transportasi kriminal dilakukan oleh seorang karyawan HUR MO (Direktorat Utama Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina)," jelas FSB.

Sejak invasi militer Rusia ke Ukraina dimulai, jembatan Krimea menjadi jalur utama untuk mengirim pasukan ke tanah Ukraina.

Baca Juga: Israel Siaga Perang Jelang Eksploitasi Gas Lepas Pantai, Militer Perkuat Pengamanan Rig Karish

Ledakan yang terjadi pukul 6 pagi waktu setempat itu mengakibatkan terputusnya satu ruas jalan dan meledakan beberapa rangkaian kereta pembawa tangki bahan bakar.

Usai aksi terorisme di jembatan Krimea, militer Rusia menggempur Ibu Kota Kiev sejak hari Senin, bahkan serangan rudal Rusia menargetkan gedung Kedutaan Besar Jerman untuk Ukraina.

FSB yang dipimpin Alexander Bortnikov menambahkan pihaknya telah mencegah aksi teror lainnya di Ibu Kota Moskow dan kota Bryansk.***

Editor: Jefry Agustinus Alexander B


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x