Gaya Debat Calon Presiden Capres Saling Serang, Lebih Disukai Generasi Muda

- 12 Januari 2024, 12:04 WIB
Pemerhati Media, Budaya dan Komunikasi Digital DR. Firman Kurniawan. (Foto: PMJ News/Polri TV)
Pemerhati Media, Budaya dan Komunikasi Digital DR. Firman Kurniawan. (Foto: PMJ News/Polri TV) /


PORTAL LEBAK - Pengamat media dan budaya digital Universitas Indonesia Firman Kurniawan menilai, gaya komunikasi saling serang dalam debat calon presiden (capres) disukai generasi muda.

Pasalnya, gaya komunikasi calon presiden dalam debat pemilu presiden dapat mempengaruhi generasi muda dunia dalam menentukan pilihannya pada pemilihan umum (Pemilu) 2024.

“Jika kita melihat generasi muda termasuk kelompok perkotaan yang seringkali berbeda pandangan, terbiasa menyelesaikan atau mencari solusi melalui debat, maka debat adalah hal yang menarik," kata Firman Kurniawan.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Debat Capres ketiga, Substansi dan Visi Capres-Cawapres Tidak Tampak

"Debat adalah acara yang bertujuan untuk menimbulkan kesimpangsiuran atau adu pendapat dan gagasan antar calon," pungkasnya.

Menurutnya, gaya debat yang membuat kubu oposisi semakin garang mengutarakan gagasan atau menghasut kemarahan akan lebih digemari generasi muda.

“Gaya debat yang mendorong pihak lain untuk lebih banyak mengutarakan gagasannya atau yang dapat menyulut kemarahan, memancing kemarahan, adalah jenis tindakan dinamis yang akan populer,” paparnya.

Baca Juga: Seruan Ganjar Untuk Perkenalkan.'Vitalisme' di Debat Capres

Firman menilai gaya komunikasi menyerang dalam debat boleh-boleh saja, asalkan yang diserang adalah ide dan bukan orang.

Ia meyakini gaya komunikasi dinamis dan benturan ide seperti itu akan lebih bisa diterima oleh generasi muda yang tinggal di perkotaan atau berpendidikan tinggi.

Halaman:

Editor: Dwi Christianto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah